Seni dan budaya adalah unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Masyarakat Maluku yang muncul dari karakteristik adat istiadat dan pola hidup yang diterapkan oleh masyarakat. Seni dan budaya yang beraneka ragam ini merupakan modal dasar dari pengembangan seni budaya yang terimplemetasi dari praktek adat istiadat sebagai peninggalan leluhur serta adopsi seni dan budaya asing. Keterpaduan ini untuk dibina dan dikembangkan menjadi kekuatan bagi pembangunan Bangsa Indonesia khususnya dalam bidang seni dan budaya.

Dalam rangka peningkatan kualitas para putera puteri Negeri Tounusa Amalatu dalam dunia seni dan budaya, maka diperlukan wadah untuk membina dan melatih mereka dan terbentuklah Sanggar Tounusa Amalatu pada tanggal 14 November 2018

.

Sejak didirikan, ada beberapa event yang telah diikuti oleh Sanggar Tounusa Amalatu diantaranya :

  • Festival Musik dan Budaya 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT Kota Ambon yang ke-444 dengan menampilkan 2 tarian yakni Tarian Cakalele dan Tarian Kenari. Dengan prestasi yang dibawa pulang adalah Juara 2 (Tarian Kenari)
  • Kegiatan penjemputan rombongan turis asing yang tergabung dalam Coral Expedeitions yang berkunjung ke Benteng Duurstede Saparua
  • Gebyar Akhir Tahun 2019, dengan menampilkan beberapa jenis tarian serta melibatkan warga masyarakat Negeri paperu.