Potensi Ekonomi
Gerakan sektor ekonomi di Negeri Paperu lebih berciri perdesaan dengan mengandalkan dan bertumpuh pada sektor perkebunan, pertanian maupun perikanan meskipun diakui masih ada beberapa profesi lainnya yang dilakukan sebagai pengelola kios/toko, papalele, maupun sektor informal lainnya.
Mata pencaharian masyarakat Negeri Paperu sangat variatif, dan lebih dominan oleh petani dan Nelayan. Dari jumlah usia angkatan kerja yang tersedia di Negeri Paperu sebanyak 750 orang, 39,94 persen memiliki pekerjaan tetap, sedangkan sisanya sebesar 60,06 persen tidak memiliki pekerjaan tetap.
Perkebunan.
Usaha
perkebunan yang sangat menonjol dan memiliki prospek pasar yang cukup baik
adalah pala, cengkih, kenari dan kelapa. Olehnya
itu, fokus perhatian anggota masyarakat untuk usaha perkebunan
lebih besar pada keempat komuditas
ini, karena selain
produktivitas yang cukup baik dengan sendirinya dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk meningkatkan usaha perkebunan di masyarakat,
ternyata lahan yang tersedia sebesar seluas 28,4 Ha, yang dimanfaatkan
untuk
tanaman pala seluas 13 Ha, dengan hasil
produksi pertahun sebanyak 10,5 ton, tanaman cengkih seluas 7,9 Ha, dengan hasil
produksi pertahun sebanyak 5,63 ton, tanaman kenari seluas 6 Ha, dengan hasil
produksi pertahun sebanyak 4,8 ton, serta tanaman kelapa seluas 1,5 Ha dengan produksi
pertahun 5,63 ton. Selain
keempat jenis komuditi unggulan tersebut, tanaman perkebunan lainnya yang juga
diusahakan oleh masyarakat namun kurang memiliki prospek pasar adalah durian, sagu serta beberapa jenis
tanaman perkebunan lainnya.
Peningkatan hasil maupun kualitas produksi menghadapi tantangan yang cukup besar karena rata-rata tanaman perkebunan yang diusahakan dan dimiliki oleh anggota masyarakat merupakan usaha turun temurun yang berumur di atas 40 tahun. Resikonya yakni produksi semakin menurun dan kualitasnya juga sangat rendah. Untuk itu sangat diperlukan intensifikasi usaha atau peremajaan kembali tamanan-tamaman perkebunan tersebut sehingga kualitas produksinya lebih baik.
Tabel : Jenis Tanaman, Luas Lahan Serta Jumlah Produksi Pertahun
|
No. |
Jenis Tanaman Perkebunan |
Luas Lahan Usaha (Ha) |
Produksi Per tahun (Ton) |
|
1 |
Cengkih |
7,9 |
5,63 |
|
2 |
Pala |
13 |
10,5 |
|
3 |
Kenari |
6 |
4,8 |
|
4 |
Kelapa |
1,5 |
5,63 |
|
5 |
Sagu |
1 |
0,750 |
|
6 |
Mangga |
2 |
3,1 |
Sumber; Pemerintah Negeri Paperu
Pertanian.
Sektor pertanian belum memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, namun sangat membantu kebutuhan pangan masyarakat. Karena fokus perhatian masyarakat untuk usaha pert anian hanya pada tamanan umbi-umbian (sinkong), sedangkan untuk tanaman hortikultura dan sejenis belum dikembangkan padahal prospek pasar cukup tersedia. Untuk mengembangkan usaha pertanian nampaknya lahan cukup tersedia, dan ada sebagian masyarakat mulai menggunakan teknologi polibek bagi pengembangan jenis tanaman sayur-sayuran. Akan tetapi kendala utama yang dihadapi selain kemampuan sumberdaya manusia yang terbatas, juga untuk mengembangkan teknologi polibek masih diperhadapkan dengan ketersediaan bahan serta bibit yang sulit didapat serta akses terhadap fasilitas permodalan yang minim.
Perikanan.
Sumber
daya hayati kelautan dan perikanan memiliki potensi yang cukup besar baik
potensi perikanan, lola dan beberapa jenis hasil laut lainnya. Kelimpahan
potensi ini disebabkan karena perairan laut Paperu langsung berhubungan dengan
laut Banda yang memiliki stok kekayaan sumber daya ikan yang cukup besar.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan laut Paperu teridikasi
memiliki stok sumber daya ikan yang berlimpah serta beberapa jenis biota laut lainnya.
Jenis
ikan dan biota laut yang banyak ditemui di perairan laut Paperu antara lain;
ikan demarsal, ikan pelagis, lola, teripan dan lain-lain. Perairan yang
potensial ini juga dapat menghasilkan beberapa jenis ikan hias yang memiliki
nilai ekonomis tinggi, serta jenis ikan tertentu (Napoleon/Maming) yang sudah
dilindungi oleh undang-undang untuk ditangkap dan dikonsumsi atau dikomersilkan
oleh masyarakat. Berkembangnya
kekayaan keanekaragaman potensi kelautan
dan perikanan ini karena ditunjang oleh eksploitasi sumber daya ekosistem
perairan yang cukup baik serta kondisi terumbu karang yang masih terpelihara.
Potensi perairan di sekitar laut Paperu belum dimanfaatkan secara optimal, karena selama ini kegiatan penangkapan oleh nelayan masih menggunakan peralatan sederhana (tradisional) berupa pancing biasa dan jaring tangkap, sehingga hasilnya masih belum maksimal untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga nelayan. Sampai dengan tahun 2011, jumlah anggota Negeri Paperu yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 75 rumah tangga nelayan, dengan fasilitas penangkapan berupa Motor Ikan dan Bodi Ketinting serta perahu semang 56 buah, longboat 7 buah.





